RILISJATENG.COM- Bupati Klaten, Sri Mulyani resmi membuka TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2023 di Desa Kahuman, Kecamatan Ngawen.
Pembukaan TMMD pertama yang dilaksanakan ditahun 2023 ini dengan upacara di Lapangan Desa Senden, Ngawen, Rabu (10/05/2023). Dihadiri Forkopimda, Korem 074/Warastratama, Kepala OPD, Pajurit Polres Klaten, Pajurit TNI, Satpol PP, Dishub, Anggota Persit, Pengurus TP PKK Klaten, Pengurus DWP Klaten, Linmas, dan Siswa SMK N 2 Klaten.
Saat ditemui Bupati Klaten, Sri Mulyani mengapresiasi dengan kegiatan TMMD Tahap I di Desa Kahuman. “Saya berharap dengan adanya TMMD ini, pembangunan yang belum terselesaikan oleh Pemerintah Daerah ataupun Desa, segera terwujud. Saya berharap Pemerintah Desa dan masyarakat bisa bergotong royong untuk menyelesaikan program-program yang telah ditargetkan seperti sarana prasarana bisa diselesaikan dengan baik dan sesuai rencana yang telah ditetapkan dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Sri Mulyani.

Sementara, Komandan Kodim (Dandim) 0723 Klaten, Letkol Czi Bambang Setyo Triwibowo selaku inspektur upacara mengatakan TMMD bertujuan untuk mempercepat pembangunan daerah dengan sasaran pokok peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Saya berharap TMMD dengan tema sinergi lintas sektoral mewujudkan kemanunggalan TNI Rakyat semakin meningkat. Akan menjadi soliditas dan sinergitas antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah dan masyarakat dapat terjalin erat selama program TMMD berlangsung atau setelah TMMD usai,” jelas Bambang.
Komandan Kodim 0723 Klaten tersebut juga berpesan agar Pemerintah Desa, TNI, Polri, Masyarakat senantiasa memberikan dukungan demi kelancaran program tersebut dengan kerjasama dan gotong royong. “Mari sukseskan bersama TMMD di Desa Kahuman yang akan dimulai pelaksanaannya hari ini Rabu 10 Mei 2023 hingga 08 Juni 2023,” kata Bambang.
Selanjutnya Perwira Pelaksana, Budiyono melaporkan bahwa latar belakang terpilihnya sasaran TMMD Desa Kahuman karena terbatasnya akses jalan antar desa sehingga menghambat akses pertanian dan perekonomian.
Ia menyebut adapun sasaran pokok betonisasi jalan panjang 674 meter, lebar tiga meter, tebal 15 centimeter, pembangunan talud panjang 250 meter, lebar 30 centimeter, dan tinggi satu meter.
Ia menjelaskan juga terdapat sasaran non fisik yakni pelayanan posyandu, penyuluhan stunting, penyuluhan posbindu,pelayanan KB Kesehatan, penyuluhan narkoba dan penghijauan.(RLS)







