klaten.rilisjateng.com – Untuk menjadi Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa) tidak hanya lewat usaha pariwisata. Seperti yang dilakukan Bumdesa Sumber Mulyo, Desa Karanglo, Kecamatan Polanharjo yang berfokus pada program ketahanan pangan.
Meski memiliki potensi wisata air seperti kebanyakan desa-desa yang ada wilayah Kecamatan Polanharjo, namun pengelola Bumdesa Sumber Mulyo lebih memilih mengembangkan usaha peternakan terintegrasi antara ayam petelur dengan ikan nila. Keberadaan potensi sumber air yang jenih dan mengalir deras, justru dimanfaatkan untuk menunjang usaha Bumdesa.
“Ide awal usaha peternakan telur ayam dan ikan nilai karena kami ingin masuk di program ketahanan pangan untuk masyarakat. Ternyata hasilnya cukup menjanjikan,” ungkap Direktur Bumdesa Sumber Mulyo, Wakito Hadi Utomo saat ditemui saat program Sambung Rasa di Balai Desa Karanglo, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya usaha ternak ayam petelur dimulai pada Oktober 2025 mampu menghasilkan hingga 900 butir telur setiap harinya. Sementara usaha ternak ikan nila yang dimulai pada Januari 2026, menghasilkan 960 kilogram ikan nila pada panen pertama.
“Potensi keuntungannya terus mengalami kenaikan dan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga konsumen di luar desa,” katanya.
Hasil usaha yang menunjukkan perkembangan positif mendorong BUMDes untuk memperluas kapasitas produksi melalui penambahan kandang dan kolam baru di lahan yang telah disiapkan.
“Harapan ke depan karena hasilnya sudah terbukti bagus, kita penginnya sih expand ya. Karena memang ke depan itu ada lokasi di sebelahnya yang memang kita siapkan untuk itu, untuk expand lagi,” ujarnya.
Usaha peternakan terintegrasi tersebut mendapatkan apresiasi dari Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo. Menurutnya usaha yang dirintis Bumdesa tersebut dapat dikembangkan dan membawa manfaat lebih besar bagi masyarakat. “Terutama untuk mencukupi kebutuhan masyarakat setempat dan bisa dikembangkan lebih besar lagi,” katanya







