KLATEN.RILISJATENG.COM – Puluhan karya inovasi siswa dan sekolah ditampilkan dalam Gebyar Inovasi Pendidikan Klaten 2026, Rabu (5/8/2026). Pameran inovasi pendidikan ini digelar di Grha Bung Karno mulai Rabu (5/8/2026) hingga Kamis (6/8/2026).
Terdapat 61 stan pameran yang digelar dalam Gebyar Inovasi Pendidikan Klaten 2026. Berbagai karya siswa turut ditampilkan dalam kesempatan tersebut. Seperti TOSKA, Tong Sampah Keren Automatis, karya siswa SD Muhammadiyah Klaten Utara.
Tong sampah ini dibuat dengan basis Arduino Uno, yaitu papan sirkuit mikrokontroler open-source berbasis chip ATmega328P, yang berfungsi untuk memudahkan perancangan dan pembuatan proyek serta pengendali perangkat elektronik. Alea, siswa Kelas 6 SD Muhammadiyah Klaten Utara yang juga anggota kelompok penggagas TOSKA, mengatakan ide pembuatannya muncul dari keresahan siswa di sekolahnya.
“Banyak siswa yang khawatir tangannya kotor karena membuka tong sampah. Ini yang jadi ide kami membuat TOSKA,” ungkapnya.
Dengan teknologi ini, memungkinkan siswa untuk membuang sampah tanpa menyentuh. Alea mengatakan dengan teknologi ini, teman-temannya lebih aman saat membuang sampah.
“Cukup mendekat ke sensor, nanti motornya akan membuka tutup tong sampah,” ujarnya.
Selain karya inovasi siswa, dalam Gebyar Inovasi Pendidikan Klaten 2026 juga ditampilkan inovasi sekolah. Seperti SD Negeri 1 Bonyokan, Jatinom dengan Gerakan Bersama Literasi Terintegrasi Orangtua. Lewat inovasi ini, orangtua siswa ikut andil dalam peningkatan literasi secara daring.
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi yang ditampilkan dalam kegiatan ini. Ia berharap semakin banyak siswa dan sekolah terus berinovasi dan turut meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Klaten.
“Inovasi di bidang pendidikan menurut saya hari ini bukan sekedar kemewahan teknologi belaka, melainkan sebuah kebutuhan dasar untuk bisa menciptakan atmosfer belajar yang lebih menyenangkan, yang inklusif, kemudian relevan, serta mampu melahirkan generasi sumber daya manusia khususnya di Kabupaten Klaten ini yang unggul, berkarakter, dan tentu saja harus berdaya saing,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pendidikan Klaten, Titin Windiyarsih mengatakan Gebyar Inovasi Pendidikan Klaten 2026 diikuti SD perwakilan dari 26 Korwil Pendidikan di Klaten, dan 65 SMP.
“Yang dipamerkan antara lain Green School Motivation, yaitu motivasi sekolah hijau. Kemudian yang kedua, Eco Scanner Edukasi, yaitu Cerdas Olah Sampah Organik via QR Code, dan berbagai inovasi lainnya,” paparnya.







