Klaten.rilisjateng.com – Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Klaten menaruh perhatian lebih pada isu perkawinan anak. Sebagai langkah antisipatif, Pemkab Klaten menggelar sarasehan dan talk show pencegahan perkawinan anak di Pendapa Kabupaten Klaten, Selasa (8/9/2026).
Saresahan tersebut dihadiri ratusan pelajar tingkat pendidikan menengah di Kabupaten Klaten. Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Setda Kabupaten Klaten, Nur Cholis mengatakan pernikahan anak bukan semata-mata persoalan keluarga, tetapi merupakan proses sosial yang dapat memberikan dampak panjang terhadap masa depan bahkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Klaten.
“Mereka memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang mendapatkan pendidikan yang layak serta memiliki kesempatan untuk meraih cita-cita. Oleh karena itu kita harus memastikan bahwa masa kanak-kanak dan masa remaja mereka tidak perlu berhenti karena keputusan untuk menikah pada usia yang belum matang secara fisik, emosional maupun ekonomi,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Yayasan KAKAK (Kepedulian untuk Anak) Solo. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pentingnya peranan keluarga dalam pencegahan penikahan dini. Terutama pengawasan pada lingkungan pergaulan anak, karena kebanyakan pernikahan usia dini disebababkan Married by Accident (MBA) atau pernikahan terpaksa akibat kehamilan yang tidak direncanakan.(***)







