Film “Langkah Akhir” Diputar di Klaten, Pesan Imunisasi Polio Ditekankan

Film dokumenter “Langkah Akhir Sisa Bayang Polio di Indonesia”, diputar di Pendopo Kabupaten Klaten, pada Rabu (06/05/2026). Pemutaran ini menjadi sarana edukasi bagi masyarakat terkait bahaya polio yang hingga kini masih mengintai. Kegiatan nonton bareng (nobar) ini sekaligus mengingatkan pentingnya imunisasi sebagai langkah pencegahan.

Sebagai informasi, Film “Langkah Akhir Sisa Bayang Polio di Indonesia” diproduksi oleh proyek Synthesis and Translation of Research and Innovation in Polio Eradication (STRIPE) dibawah Pusat Kedokteran Tropis (PKT) UGM.

Berita Lainnya

Turut hadir, Ketua TP PKK Klaten, Principal Investigator STRIPE, Kepala Dinas Kesehatan Kab. Klaten, Direktur Pusat Kedokteran Tropis UGM, Ketua TP PKK Kecamatan, dan tamu undangan lainnya.

Principal Investigator STRIPE, Yodi Mahendradhata menjelaskan bahwa film ini mengangkat dua kisah penyintas polio dengan latar belakang berbeda.

“Film ini mengangkat dua kisah ya. Dua kisah penyintas, yang satu di Manisrenggo, Klaten, seorang anak perempuan, Najwa, yang kemudian terkena polio. Terus kemudian yang satunya lagi adalah Mbak Ayah, itu adalah seorang penyintas yang sudah dewasa dan menjadi atlet,” jelasnya.

Yodi menegaskan bahwa meskipun Indonesia telah dinyatakan bebas polio, ancaman penyakit ini masih ada dan perlu diwaspadai.

“Jadi pesannya adalah bahwa polio, meskipun Indonesia dinyatakan bebas polio, itu masih menjadi ancaman. Dan kita harus waspada karena apabila memang itu terjadi, maka dampaknya bisa seumur hidup,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Klaten, Anggit Budiarto menyampaikan pihaknya menyambut baik pemutaran film ini sebagai sarana edukasi yang efektif.

“Kami dari Dinas Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten Klaten jujur ikut bangga ya, ikut senang kita sebagai salah satu site yang dipakai dalam produksi film ini,” ujarnya.

Menurut Anggit, polio merupakan penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi.

“Untuk menghindari penyakit (polio) itu, karena secara keilmuan penyakit itu bisa dicegah dengan imunisasi. Sehingga harapannya dengan pemahaman bahwa sakit ini bisa menimbulkan kesakitan dan bahkan kematian, dan itu bisa dicegah dengan imunisasi, kesadaran masyarakat untuk melakukan imunisasi akan menjadi penting,” lanjutnya.

Dilain sisi, Ketua TP PKK Klaten, Fahrani Hamenang mengaku tersentuh usai melihat Film “Langkah Akhir Sisa Bayang Polio di Indonesia”.

“Kami sebagi Ketua TP PKK Klaten yang memiliki kader hingga tingkat desa dan dasawisma, terus menggandeng Dinas Kesehatan untuk terus mengajak para ibu yang memiliki anak balita agar menuntaskan vaksinasi atau imunisasi polio. Mengingat seperti yang ditampilkan di Film tadi bahwa dampak tidak melakukan imunisasi Polio itu sangat luar biasa,” ungkapnya.

Terakhir, acara dilanjutkan dengan gelar wicara bersama Lutfi Retno (Sutradara Film Langkah Akhir), Anggit Budiarto (Kepala Dinas Kesehatan Klaten), Utsamani Cintyamena (Tim STRIPE), dan Anis Marfuah (ketua IDAI Klaten).

Pos terkait