Para perempuan khusunya ibu-ibu warga desa Pengkol, Kaligawe, Kecamatan Pedan membuat tas dengan cara merajut dari benang.
Aktivitas merajut ini dilakukan oleh hampir sebagian besar warga perempuan di desa tersebut. Produk yang dihasilkan berupa tas berbahan benang dengan berbagai model dan warna.
Saat ditemui, Selasa (05/05/2026) di tempat produksinya, Salah satu pengerajin dari KUBE (Kelompok Usaha Bersama) Merajut Harapan, Umul Istiqomah (44) mengaku kegiatan merajut ini sudah dijalaninya turun temurun. “Dulu melihat ibu dan mbah (nenek) saya jadi bisa sendiri. Dan di desa Kaligawe kebanyakan semua bisa merajut, dengan benang dari bahan katun yang dibuat menjadi tas,” jelas Umul.
Umul mengaku dirinya bersama sepuluh perempuan yang tergabung dalam KUBE (Kelompok Usaha Bersama) Merajut Harapan ini sudah tergabung sejak 2024 untuk menumbuh ekonomi kreatif lokal yang menarik.
“Dalam sehari ini KUBE Merajut Harapan bisa menghasilkan 40 tas. Harga tas disini mulai tujuh ribu sampai 35 ribu rupiah, tergantung motif dan kesulitannya,” ujarnya.
Umul memaparkan hasil karyanya tersebut nantinya sebagian akan dikirim ke pengepul dan dijual secara mandiri. “Paling jauh pembeli dari Bali. Nanti kalau sudah selesai kita pasarkan melalui pengepul, sementara lainnya dijual secara mandiri oleh para perajin,” jelasnya.
Inisiatif ini dinilai mampu memperkuat ekonomi rumah tangga serta menjadi contoh pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.







