Klaten.rilisjateng.com – Dewan Harian Cabang Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Kabupaten Klaten menggelar Sosialisasi Jiwa, Semangat, dan Nilai-Nilai Kejuangan 45 serta Sejarah Perjuangan Rakyat Klaten dalam Melawan Penjajah di Pendapa Kabupaten Klaten, Rabu (14/10/2026).
Ketua Dewan Harian Cabang Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Kabupaten Klaten, Ronny Roekmito, menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut merupakan agenda rutin organisasi. Sosialisasi tersebut menyasar organisasi kemasyarakatan dengan harapan semangat dan nilai-nilai kejuangan 1945 dapat semakin dikenal serta diterapkan oleh berbagai elemen masyarakat.
Ronny berharap kegiatan tersebut dapat membuka wawasan masyarakat mengenai sejarah perjuangan rakyat Klaten, termasuk tokoh-tokoh perjuangan dan berbagai peninggalan sejarah yang masih dapat dijumpai di sejumlah wilayah. Sekaligus mewariskan semangat perjuangan 1945 kepada generasi penerus melalui pendidikan, kegiatan kemasyarakatan, pelestarian peninggalan sejarah, serta keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
“Selama ini kita mengenal dan melewati nama-nama jalan seperti Jalan Mayor Kusmanto, Jalan Sersan Sadikin, dan Jalan Kupral Sayom, tetapi belum tentu mengetahui siapa tokoh-tokoh tersebut. Mudah-mudahan melalui pertemuan ini, sejarah perjuangan mereka dapat terungkap sehingga kita semakin mengenal sejarah Kabupaten Klaten,” ungkapnya.
Sementara itu, Pj Sekda Klaten, Jaka Purwanto menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menyebut sosialisasi tersebut sebagai upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai perjuangan bangsa.
“Kemerdekaan Republik Indonesia yang kita nikmati saat ini merupakan hasil perjuangan panjang yang penuh pengorbanan. Para pejuang bangsa telah mempertaruhkan jiwa, raga, harta, bahkan nyawa demi mewujudkan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” paparnya.
Menurutnya, semangat perjuangan tidak hanya menjadi bagian dari sejarah masa lalu, tetapi juga menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan pada masa kini. Oleh karena itu, generasi penerus perlu memahami sejarah perjuangan daerah agar dapat mengambil pelajaran dari pengorbanan para pendahulu.
“Saya berharap kegiatan sosialisasi ini dapat menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman kita bahwa perjuangan pada masa kini tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata, melainkan melalui kerja nyata, pengabdian, kejujuran, kedisiplinan, kepedulian, dan kontribusi positif bagi pembangunan daerah dan bangsa,” paparnya.(***)
