Sukristanto kini merasa lega setelah saluran air bersih PDAM Tirta Merapi Klaten telah masuk ke rumahnya. Sebelumnya, warga RT 1 RW 1 Desa Pesu, Kecamatan Wedi ini berkeluhkesah kepada Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo tentang kondisi air saat bertemu di Sambung Rasa yan digelar di balai desa setempat, Jumat (5/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Sukristanto yang maju sebagai perwakilan warga penyandang disabilitas, menyampaikan usulan program kepada Bupati. Setelahnya, seperti biasa Bupati memberikan apresiasi berupa hadiah sepeda. Namun alih-alih menerima hadiah tersebut, ia memohon untuk menukar hadiahnya.
“Mau ditukar apa?,” tanya Mas Hamenang, yang kemudian dijawab pemasangan saluran PDAM secara cuma-cuma.
Saat ditemui di rumahnya, Kamis (11/6/2026), Sukristanto menyampaikan bahwa air di rumahnya yang berasal dari sumur dangkal, kini kurang layak konsumsi. Menurutnya airnya sering berbau tidak sedap. “Masak, mandi, cuci, dan wudhu pakai air dari sumur itu,” ungkapnya.
Sementara dengan kondisi kesehatannya saat ini, ia tidak lagi memiliki penghasilan, sehingga biaya pemasangan dinilainya terlalu berat. Namun keinginannya tersebut disetujui oleh Mas Bupati lewat program CSR PDAM Tirta Merapi.
Bahkan tak perlu lama bagi Sukristanto untuk menikmati air bersih. Setelah Jumat bertemu Bupati, Senin (8/6/2026) keluarganya sudah bisa memanfaatkan aliran air bersih. “Terima kasih Pak Bupati, semoga ini menjadi amal jariyah dan membawa kebaikan,” katanya tulus.
Kini, ia tidak lagi khawatir untuk mengonsumsi air di rumahnya dan tak lagi waswas saat bersuci. Ia menjadi salah satu warga yang merasakan langsung manfaat program serap aspirasi Sambung Rasa.
